Kubu Raya - Memasuki hari ke -2 Ramadan dan Festival Mancing sambil Ngabubirit, Jumat, 20 Februari 2026, antusias peserta semakin tinggi. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak dipungut biaya, alias gratis. Sementara itu ikan hasil tangkapan boleh dibawa pulang, bahkan panitia juga menyediakan berbagai doorprize dan hiburan bagi peserta yang beruntung.
Bupati Sujiwo mengatakan, program Festival Mancing Sambil Ngabuburit yang dibuka sejak hari pertama Ramadhan itu, adalah sebagai bentuk hiburan sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah, ASN, dan warga.
Ia juga menegaskan, kegiatan ini merupakan cara sederhana pemerintah untuk menghibur masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki hobi memancing.
"Mancingnya tanpa dipungut biaya. Ikannya boleh dibawa pulang, dapat doorprizenya, dapat hiburannya, dan yang paling penting dapat silaturahminya," kata Bupati Sujiwo, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia juga menjelaskan, program ini baru dimulai sejak tahun pertama kepemimpinannya. Awalnya, lokasi tersebut merupakan parit yang kemudian dibersihkan dan dimanfaatkan menjadi kolam ikan.
“Dulu ini parit, kita bersihkan untuk dijadikan kolam ikan. Saya sendiri setiap hari memberi makan ikan. Ada terapinya, rasa lelah hilang, jadi lebih rileks. Ini juga menjadi hiburan untuk saya pribadi,” ujar Sujiwo.
Sementara itu, salah seorang peserta Hari ke dua Festival Mancing, Gustomo, warga Ringin Sari 2, sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sensasi memancing sambil menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit terasa lebih menyenangkan karena membuahkan hasil.
“Saya dari Kubu Raya. Sensasi mancingnya luar biasa, ngebuburitnya menghasilkan. Gratis lagi, ikannya lumayan besar untuk buka puasa,” kata Gustomo, yang berprofesi sebagai guru itu.
Ia berhasil mendapatkan tujuh ekor ikan dengan total berat sekitar 1,4 kilogram dan meraih juara ketiga sehingga berhak atas hadiah kipas angin.
“Biasanya kalau nunggu bedug jam empat, saya sama anak-anak mancing di depan gang, dapat ikan betok. Alhamdulillah ada program Pak Jiwo, bisa daftar dan mancing ikan nila,” tutur Gustomo.
Ia juga menyebut puasanya tahun ini terasa lebih penuh karena diisi dengan kegiatan positif. Ke depan, Gustomo berharap kegiatan mancing gratis ini dapat diperbanyak pesertanya dan menjangkau lebih banyak masyarakat Kubu Raya.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa diperbanyak, kuota pesertanya ditambah, supaya seluruh masyarakat Kubu Raya bisa memanfaatkan program Pak Jiwo. Kalau bisa ikannya juga lebih bervariasi lagi,” ujar Gustomo.(Sumber:RRI.CO.ID)


0 Komentar